Rabu, 09 Oktober 2013

15 Cover Album Vintage Indonesia


Sebuah artikel menarik dari Kopi Keliling.com 

sssstttt....gw copy paste dari sini nih!

15 Cover Album Vintage Indonesia 


Dari dulu sampai sekarang, desain cover album bisa salah satu hal terpeting yang menjadi pertimbangan seseorang untuk mendengarkan dan membeli album seorang/sekelompok musisi, apalagi kalau musisi tersebut namanya belum tenar. Selain itu cover album juga kerap menjadi penanda sebuah era visual. Coba aja deh kamu bandingkan cover-cover album tahun 90-an dengan sekarang, kerasa banget pasti.
Di bawah ini adalah desain dan ilustrasi cover-cover album dari Indonesia masa lampau yang menarik perhatianMayumi Haryoto, seorang ilustrator yang sudah malang melintang di dunia visual tanah air dan juga salah satu peserta pameran Kopi Keliling Volume 6.
- – -
Kita sudah sering melihat referensi dan perkembangan dunia desain/visual dari berbagai era oleh negeri-negeri lain untuk kita pelajari. Bagaimana dengan negeri sendiri? Di bawah ini adalah desain dan ilustrasi cover-cover album dari Indonesia masa lampau yang cukup menarik perhatian saya. – Mayumi Haryoto.
Andrianie
drumband-akmil
EkaDjajaCombo
EkaSapta
Idris-Sardi
iniitu-kompilasi
JulesFioole
KoesPloes_DhegPlas
Kompilasi-Bertemu-Kasih
Kumbang-Tjari
KusBersaudara
Lilis-Surjadi
Lilis
LPI.17568-Bubi-Chen-And-His-Fabulous-5-01
01-Rapi-Djali

Gerakan Revolusioner dari Jogja

kawan-kawan dari Jogja sudah muak dengan 'hilangnya' nyawa dari clothing indonesia yang mulai kebarat2an dan ga punya keunikan pada produk-produknya.

Distro yang awalnya lahir untuk menolak industri clothing yang sudah-sudah sekaligus dengan tujuan lebih idealis, malah sekarang menjadi senada dengan kebarat-baratan. Minimnya produk lokal yang dikembangkan mampu mengurangi identitas, nilai kebanggaan, hingga nilai jualnya. Inilah semangat inisiasi awal dari Voice Of Jogja. Pemilik sekaligus pengrajinnya, Mas Hery Hermawan, khawatir melihat banyaknya tren distro atau produk lokal yang kurang memiliki idealisme sendiri. Desain dan prosesnya sendiri meliputi budaya Jogjakarta, Jawa, dan Indonesia, namun tetap dengan gaya desain realis anak muda. Salah satu inspirasi gayanya adalah dari illustrator Iain Macarthur. 

Desain kaos yang dibuatnya kebanyakan memiliki konsep dualisme, yaitu tren modern yang diambil dengan sosok atau unsur lokal, seperti kaos Pak Raden dengan detail surealis ini. Atau, kaos burung Derkuku yang cukup banyak spesiesnya di Indonesia. Hebatnya burung ini lebih dikenali turis luar yang hadir dengan sebutan Turtlebird. 

Selain kaos sablon ada kaos lukis yang menggunakan teknik kuas langsung dari pewarna batik atau biasa disebut cat remasol. Maka dari itu kaos lukis hanya memiliki 1 piece per desainnya.Bahan kaos juga ada 2: dari katun dan serat bambu. Kaos serat bambu lebih ditujukan kepada segmen menengah kebawah, dengan tujuan agar orang lokal pun bisa menggunakan produk yang berkualitas.Voice Of Jogja = Mas Hery sendiri, selalu terkenal ramah dan sangat informatif. 

Dengan menceritakan setiap proses dan ide dibalik kaos-kaosnya, para pengunjung yang hadir akan membawa pulang juga wawasan tentang budaya Indonesia. Kampung yang dulunya terkenal dengan nama Kampung Batik ini, sengaja dipilih dengan alasan ingin menghadirkan inovasi dan tetap menjaga idealisme di sini. Belum lagi fakta bahwa Taman Sari adalah salah satu tujuan wisata utama di Jogjakarta. Tak heran semakin banyak konsumen mancanegara yang tertarik dan memesan kaos-kaos ini. 








"Produk lokal seharusnya jangan dijual terlalu murah, karena jika produk selalu murah, akan lebih mudah dibajak. Tapi bila sebaliknya, produk lokal akan lebih terasa original dan lebih memiliki identitas kebanggan." -Mas Hery tentang tentang produk lokal dan budaya.

Marion Bataille - 3D book

Marion Bataille seorang desainer grafis yang menetap di Paris kembali membuat buku 3D, isi bukunya sederhana aja, cuma urutan angka 1 - 10, tapi digarap menjadi sesuatu yang mengagumkan, sangat kreatif & inspiratif.



Selasa, 08 Oktober 2013

KKEB Instrumental



Bang Reza Husein ini gw ga kenal, tapi begtu liat di youtube...anjriittt kerennn...ayo cover lagu-lagu lain bang biar Sungha Jung jadi Reza Husein-nya Korea (nirminder kata sudjiwotejo)

Kamis, 29 Agustus 2013

hellofest 2013 tees competitions


buat gw, kenikmatan mendesain atau partisipasi sebuah kompetisi adalah ketika orang melihat karya kita, karena dia meluangkan sedikit waktu dalam hidupnya untuk memperhatikan karya yang kita buat.

karya gw bisa dipajang disebuah situs sudah membahagiakan, apalagi bisa menang dan diproduksi, terus ada orang-orang yang pakai dengan bangga...mmm...itu rasanya luar biasa!






Selasa, 13 Agustus 2013

senyum simpul :)

iseng-iseng bikin karya dan udah lama ga upload di facebook
ga disangka dapat sambutan hangat dari pak Hanny Kardinata owner DGI (desain grafis Indonesia) dan karya yang gw buat dipajang di webnya dalam 1 artikel dengan beberapa desainer grafis & kang Sandy Karman...woohhoooo.....!!!

ini linknya ya..


http://dgi-indonesia.com/memperingati-proklamasi-kemerdekaan-republik-indonesia-ke-68-19452013/

Kurindukan suasana itu saudaraku...

kurindukan gegap gempita,
sukacita, tawa bahagia
rakyat Indonesia

yang tua, yang muda
sampai yang masih dalam gendongan ibunya
bergumul dalam canda

ditengah sana, jari jemari dengan gagah
merangkai bendera plastik dalam tali
dibentangkanny dengan gagah

disudut sana, anak-anak muda
riuh memasang gapura, lengkap dengan 
caping pak tani dan cat merah putih

sudut lainnya
bocah-bocah kegirangan
menghiasi sepeda mungilnya

sederhana, tapi penuh kenangan, penuh makna

masihkah bendera merah putih itu
kau pasang di halaman rumah di bulan agustus ini saudaraku ?

kurindukan hari-hari itu
yang terhempas entah ke planet mana

kurindukan lagi kita nyanyi bersama
"...tujuhbelas agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita..."

mastege@yahoo.com